Konferensi Pers Capaian Kinerja Semester I Ditjen Imigrasi

Konferensi pers ditjen imigrasi

Jakarta (05/07) – Menindaklanjuti tanggung jawab dan kewenangan yang diberikan oleh UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dan Peraturan Pemerintah No 31 Tahun 2013 Tentang  Peraturan Pelaksanaan UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, dan mencermati perkembangan keimigrasian Nasional, Regional dan Global, berikut kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Realisasi penggunaan anggaran per tanggal 05 Juni 2017 mencapai 22,29%(Rp426.147.007.293) dari pagu sebesar Rp1.911.687.718.000, dengan realisasi PNBP mencapai 45,63% (Rp883.771.947.500) dari target PNBP sebesar Rp. 1.733.173.029.500;
  2. Data perlintasan manusia periode Januari – Juni 2017:
    1. Direktorat Jenderal Imigrasi telah melayani perlintasan 19.089.288 orang WNI dan WNA (WNI 8.765.487 orang dan WNA 10.323.801 orang). WNA kedatangan 5.133.345 orang dan keberangkatan 5.190.456 orang, WNI kedatangan 4.333.635 orang dan keberangkatan 4.431.852 orang;
    2. WNA yang banyak datang ke Indonesia adalah  Cina 969.525, Singapura 699.344, Australia 573646, Malaysia 560.737, Jepang 241.177, India 237.373, Korea 188.646, Inggris 168.366, USA 162.684, Taiwan 120.482, Jerman 111.487, dan Perancis 109.152;
    3. Terjadi peningkatan jumlah keberangkatan WNI ke luar negeri pada hari libur Idul Fitri (18 Juni – 3 Juli) sebesar 10,4% yaitu 492.523 orang dibanding tahun sebelumnya  441.340 orang, dan penurunan kedatangan sebesar 4.4% yaitu 510.021 orang dibanding tahun sebelumnya 488.267 orang;
  3. Visa:
    1. Visa yang banyak diberikan kepada WNA adalah BVK 4.515.502 orang, VKSK 30 hari 139.814 orang, Visa kunjungan untuk wisata, keluarga sosial budaya, tugas pemerintah dan bisnis 55.470 orang, ABTC 31.848 orang, VITAS 30.209 orang, BVKS 11.728 orang dan BVKW 6.405 orang;
    2. Penerbitan layanan izin belajar dan Student Visa tanggal 12 Mei 2017;
  4. Izin tinggal:
    1. Telah diterbitkan (transaksi) Izin Tinggal yang terdiri dari ITK 145.007, KITAP 2.269, KITAS 84.395;
    2. Dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya terdapat peningkatan penerbitan ITK sebesar 7,4% dari 134.980 menjadi 145.007, dan penurunan penerbitan KITAP 1,8% dari 2.310 menjadi 2.269, serta penurunan penerbitan KITAS 16 % dari 98.225 menjadi 84.395;
    3. Memberikan pelayanan berbasis elektronik dan merubah fisik izin tinggal menjadi elektronik (e-KITAS) sehingga dapat menghindari terjadinya kerusakan dan kehilangan;
  5. Paspor;
    1. Telah diterbitkan 1.481.511 buku paspor di 125 Kantor Imigrasi dan 19 Perwakilan yang terkoneksi dengan SIMKIM, terdiri dari Paspor 24 halaman sebanyak 113.410 buku, 48 halaman sebanyak 1.300.045 buku dan paspor elektronik 68.056 buku;
    2. Implementasi dan uji coba aplikasi Antri Papor on Line pada Kanim Kelas I Jakarta Selatan bagi para pemohon paspor dan simplikasi proses penggatian paspor dengan cukup membawa KTP dan Paspor lama;
  6. Pengawasan dan Penegakan Hukum:
    1. Penyidikan keimigrasian pada Ditjenim 18 kasus, Kanim Kelas I 10 kasus, Kanim Kelas II 15 kasus dan Kanim Kelas III 2 kasus;
    2. Penindakan keimigrasian pada Ditjenim 2.045 orang dan Kanim 2.064 orang;
    3. Telah dilakukan 3.116 kegiatan sosialisasi APOA baik oleh Kanim maupun Ditjenim, dan terdapat 3.323 tempat penginapan/mess/pribadi di seluruh Indonesia yang telah melakukan implementasi aplikasi APOA serta melakukan pelaporan;
    4. Telah dibentuk 496 Sekretariat Tim PORA diseluruh Indonesia dan melakukan kegiatan bersama sebanyak 37 kali kegiatan pengawasan orang asing;
    5. Terdapat 721 orang yang masuk dalam daftar pencegahan berpergian ke luar negeri dan 6.546 orang masuk dalam daftar penangkalan yang dimintakan serta 213 orang dalam daftar pencarian (DPO) oleh Ditjenim, Kemenkeu, Kejaksaan Agung, Polri, TNI dan KPK;
    6. Terdapat 818 orang yang ditunda keberangkatannya di 23 TPI di seluruh Indonesia yang diduga berpotensi menjadi korban TPPO di luar negeri dengan 10 TPI terbesar adalah Soekarno Hatta 159 , Juanda 137, Batam 125, Kuala Namu 125, Husein Sastranegara 67, Ngurah Rai 56, Entikong 40, Tj.Pinang 15, Tj.Balai Karimun 15, dan Halim Perdana Kusuma 13;
    7. Terdapat 14.350 orang imigran yang ditampung di 13 Rudenim sebanyak 1.946 orang, 125 Kanim sebanyak 2.062 orang, Community House sebanyak 4.478 orang dan Mandiri sebanyak 5.832 (UNHCR report)
  7. Kesisteman:
    1. Pembangunan dan pengembangan SIMKIM untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknis dalam memberikan dukungan layanan keimgirasian;
    2. Peremajaan hardware dan software terkait dengan pelayanan keimigrasian baik fasilitatif maupun substantif;
    3. Isu Strategis;
      1. Transnasional organize crime
      2. Foreign terrorist fighter, upaya yang telah dilakukan:
        1. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum kepada WNI pada saat menerbitkan paspor dan berlintas di TPI;
        2. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum kepada WNI pada saat mengajukan permohonan visa di perwakilan RI di luar negeri dan berlintas di TPI;
        3. Integrasi database Interpol di TPI;
        4. Pertukaran data dan informasi terkait WNI yang terlibat tindakan terorisme dengan instansi terikait;
        5. Mengoptimalkan peran Sekretariat Tim PORA;
        6. Kerjasama regional melalui DGICM, Joint Border Committee (JBC) dan kerjasama bilateral;
      3. TPPO, upaya yang telah dilakukan:
        1. Penundaan penerbitan paspor di Kanim dan keberangkatan WNI di TPI;
        2. Pertukaran data dan informasi dengan instansi terkait;
        3. Pengungsi dan Pencari suaka
        4. Bekerjasama dengan instansi terkait dan organisasi internasional;
        5. Pengawasan perlintasan manusia di TPI;
      4. Peningkatan pelayanan keimigrasian
      5. Pelayanan keimigrasian, upaya yang telah dilakukan:
        1. Impelementasi teknologi informasi;
        2. Penambahan kantor imigrasi;
        3. Penambahan petugas imigrasi;
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)