Awasi Warga Negara Asing, Imigrasi Kelas 1 Malang Bentuk Timpora Tingkat Kecamatan

Senin, 25 September 2017 13:11

Awasi Warga Negara Asing, Imigrasi Kelas 1 Malang Bentuk Timpora Tingkat Kecamatan
 
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
 
Kepala Imigrasi Kelas I Malang Novianto Sulastono dan Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menyematkan rompi Timpora kepada perwakilan instansi negara, Senin (25/9/2017). 
 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Imigrasi Kelas I Malangmembentuk tim pengawasan orang asing (Timpora) tingkat kecamatan di empat kota wilayah kerjanya yakni Kota MalangKota Batu, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo.

Novianto Sulastono Kepala Imigrasi Kelas 1 Malang mengatakan pembentukan Timpora sesuai amanat dari UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Di mana salah satu pasal, yakni pasal 69 yang mengatakan untuk melakukan pengawasan orang asing. Maka dibentuk tim pengawasan orang asing hingga tingkat kecamatan," katanya, Senin (25/9/2017).

 Pembentukan Timpora di tingkat kecamatan ini untuk memudahkan koordinasi antar instansi.

Pasalnya, pihak yang paling bersentuhan langsung dengan penduduk adalah para RT/RW dan desa.

Ketika orang asing tinggal di sebuah wilayah, maka data awal tentang orang asing bisa diketahui oleh perangkat RT/RW.

Novianto juga menggandeng instansi lainnya seperti TNI/Polri dan pemerintah daerah untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap orang asing.

Ia juga mengatakan dalam melakukan pengawasan orang asing, masing-masing instansi punya tupoksi tersendiri terhadap orang asing.

"Mari kita duduk bersama merapatkan barisan unyuk efektivitas dan optimalisasi terhadap orang asing. "

"Dengan terbentuknya Timpora tingkat kecamatan bisa saling mendukung. Tukar informasi kepada instansi terkait yang tupoksinya membidangi," ungkapnya saat menghadiri rapat pembentukan Timpora tingkat kecamatan di Hotel Atria, Senin (25/9/2017).

Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan memang perlu melakukan pengawasan terhadap orang asing seiring adanya permasalah global saat ini.

Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ekonomi maupun sejumlah peristiwa di beberapa negara juga menjadi perhatian dunia.

"Banyak pengungsi yang masuk ke Indonesia. Ini perlu pengawasan. Seperti di puncak (Bogor, Red) banyak warga asing tidak jelas," katanya.

Jika tidak dikoordinasikan dengan baik, keberadaan orang asing bisa menjadi boomerang yang berbahaya bagi kemanan.

Apalagi saat ini juga marak peredaran obat-obatan dari luar negeri.

"Saya dari dulu banyak berpikir soal orang asing ini. Saya melihat di bandar udara atau pelabuhan. Misal kru kapal, ia keluar kapal, lalu apakah dia kembali lagi ke kapal atau tidak? Kita tidak tahu," urainya.

Sedangkan di Kota Malang sendiri, Hoiruddin mengatakan ada lebih dari 1000 orang asing.

Data itu tercatat di instansinya. Status mereka beragam. Mulai dari para wisatawan, pekerja hingga pelajar.

"Itu yang tercatat, yang tidak tercatat mungkin lebih banyak lagi," paparnya.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)