Petugas Imigrasi Tahan Asisten Pelatih Arema Junior

MALANG – Kantor Imigrasi Kelas I Malang menahan Claudio de Jesus. Warga negara Brazil yang juga asisten pelatih Arema U – 21 ini diamankan karena tak mampu menunjukkan dokumen keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Malang, Jon Rais, mengatakan, Claudio hanya bisa menunjukkan foto kopi paspornya saja. “Ia tidak bisa menunjukkan dokumen aslinya, sekarang masih kami periksa. Jika sampai tiga hari tidak mampu menunjukkan pada kami, terpaksa dideportasi,” kata Jon, Rabu (1/5).

Dikatakannya, Claudio melanggar UU no 6/2011 tentang keimigrasian. Dalam pasal 71 disebutkan, setiap warga negara asing wajib memberikan keterangan identitas diri, perubahan status sipil, kewarganegaraan, pekerjaan, perubahan alamat kepada Kantor Imigrasi. Selain itu juga memperlihatkan atau menyerahkan dokumen perjalanan atau kartu izin tinggal sementara (KITAS).

“Ia juga diduga sudah over stay atau melebihi izin batas tinggal. Kami harus melihat KITASnya dulu untuk mengetahui berapa lama overs stay,” papar Jon.

Claudio saat ini telah beristri warga negara Indonesia. Dari hasil pernikahannya, ia dikaruniai dua orang anak. Namun, perubahan status sipilnya itu tidak pernah dilaporkan pada petugas imigrasi. “Sudah kami cek, tidak pernah ada catatan pernikahan yang bersangkutan. Padahal, jika Claudio tak melanggar ketentuan imigrasi ia bisa mengajukan menjadi warga negara Indonesia,” ungkap Jon

Selama penyelidikan, sambung dia, Claudio dilarang keluar kantor Imigrasi. Ia ditahan di rumah detensi imigrasi Malang sampai penyelidikan selesai. Pihak Kantor Imigrasi Malang juga menunggu pihak sponsor atau penjamin Claudio. “Selama proses pemeriksaan, Claudio cukup kooperatif. Ia ke kantor Imigrasi juga datang memenuhi panggilan, bukan kami jemput secara paksa,” kata Jon.

Sebelum Claudio, pada Maret lalu petugas imigrasi mendeportasi Amir Varizi Adollah, warga negara Iran yang juga pemain Arema IPL. Amir kedapatan over stay sekaligus melanggar izin tinggal. 

Claudio de Jesus mengaku dokumen keimigrasiannya masih diurus di Jakarta. “Diurus oleh petugas imigrasi di Jakarta, sebenarnya hampir jadi tinggal menunggu waktu untuk mengambilnya. Tapi saya keburu berurusan dengan petugas di Malang,” kata Claudio didampingi rekannya asal Brazil, Jairon Feliciano.

Ia mengaku tinggal di Malang sudah hampir tiga tahun ini, dua tahun pertama di Tlogo Mas Kota Malang dan setahun terakhir di Dau Kabupaten Malang. Terkait status pernihakannya, Claudio mengaku sudah melapor ke kedutaan besar Brazil di Jakarta. “Tapi saya tidak tahu kalau masih harus melapor lagi di Malang,” kata Claudio yang mengaku siap dideportasi ke negara asalnya jika memang dianggap melanggar. zar

Sumber : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=7e9c6f0cc3cf16de88e3fea30d8e1c79&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc (Kamis, 02/05/2013 | 11:08 WIB)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)