Lagi, WN Filipina Dideportasi

MANADO  (7/3) - Rudenim Manado mendeportasi lima laki-laki WN Filipina korban terjangan badai dan kapal rusak yang terdampar di Desa Batumbalago-Talaud, 15 Desember 2017 lalu. Awalnya mereka berjumlah 11 orang tetapi enam diantaranya telah dideportasi ke Manila melalui Bandara Soekarno-Hatta tanggal 14 Februari 2018 lalu bersama sembilan WN Filipina lainnya yang juga dideportasi oleh Kanim Ambon. Adapun kelima WN Filipina tersebut dimaksud adalah NORMA KERAMAN, RENANTE DELA CRUZ, ROCHE DELA CRUZ, GERONIMO DELA CRUZ, JOHNMARK GOLO.

Mereka akan berangkat dari Bandara Sam Ratulangi dengan dikawal petugas Rudenim dalam penerbangan pukul 14.50 WITA ke Bandara Soekarno-Hatta untuk berganti pesawat dengan Cebu Pacific Airlines pada pukul 00.45 WIB dan akan tiba di Bandara Ninoy Aquino International Terminal 3 di Pasay City pada Kamis, 8 Maret pukul 05.55 waktu setempat.

Dengan pendeportasian ini, tersisa empat orang WN Filipina di Rudenim Manado. Satu orang limpahan dari Rudenim Kupang  sedangkan 3 orang lainnya dikirim dari Kanim Tahuna tanggal 3 Februari kemarin yaitu 1. SORO FERNANDEZ MALATABON JR (41 Th); 2. RICHARD FERNANDEZ ALCASID (40 Th)  dan 3. ANTONIO REYES RICA (48 Th).

Soro dan Richard Fernandes ditangkap di wilayah Tahuna atas kegiatan illegal fishing. Saat ini mereka sudah memiliki Surat Perjalanan (Travel Document) dari Konsulat Jenderal Filipina di Manado sehingga untuk pendeportasiannya hanya tinggal menunggu tiket.

Sedangkan Antonio Reyes Rica (48 Th) adalah eks narapidana yang telah dikenakan pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan dan diserahkan oleh Lapas Tahuna ke Kanim Tahuna pada 13 Februari 2018 lalu atas keterlibatannya dalam illegal fishing di perairan Manado Tua dan telah melanggar Undang-Undang Nomor 45/2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/2004 tentang Perikanan.

Sementara itu seorang WN Filipina yang terdampar 13 hari dan diselamatkan di perairan Sulawesi pada 15 Februari 2018 lalu oleh nelayan Pelabuhan Tumumpa-Manado saat ini diamankan di Kanim Manado. Konsulat Jenderal Filipina telah mengonfirmasi bahwa WN Filipina tersebut bernama ABDULSANI HATIPANI HADJI USMAN, pemegang Paspor Nomor E05413315 yang dikeluarkan oleh Department of Foreign Affair (DFA/Kementerian Luar Negeri) Kantor Konsuler di Zamboanga-Filipina Selatan.

Dengan demikian, Kanim Manado tinggal menunggu Travel Document dan Tiket untuk proses deportasi ke Manila melalui Bandara Soekarno-Hatta. Setelah pendeportasian 5 WN Filipina dari Rudenim, hingga saat ini WN Filipina yang telah dideportasi oleh jajaran Keimigrasian Sulawesi Utara pada tahun 2018 berjumlah 18 orang.

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)