Rusunawa Jadi Solusi Minimnya Tempat Tinggal Pegawai Imigrasi

groundbreaking rusunawa

groundbreaking rusunawa

Batam (30/5) – Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie didampingi Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bagi pegawai Kantor Imigrasi Kelas I Batam pada Rabu (30/5) di Nongsa Batam.

Dalam sambutannya, Ronny berharap pembangunan Rusunawa ini menjadi solusi atas minimnya penyediaan tempat tinggal bagi pegawai Imigrasi. Terbatasnya rumah dinas yang dimiliki kantor imigrasi menjadi kendala yang dihadapi bagi para pejabat yang seringkali berpindah-pindah tempat tugas.

Dengan adanya rusunawa ini, para pegawai bisa memenuhi kebutuhan pokok berupa tempat tinggal dengan menyewa secara murah. Harapannya adalah pegawai bisa fokus pada pekerjaannya tanpa memikirkan biaya sewa tempat tinggal yang mahal.

“Selanjutnya para pegawai bisa menghemat gajinya untuk menyewa rumah. Mereka juga tinggal bawa koper isi baju dan langsung menempati rumah susun ini, “ ujarnya.

Ronny juga berpesan kepada jajaran pimpinan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau agar mengawasi pembangunan rusunawa hingga selesai tepat pada waktunya tanpa ada kekurangan sedikitpun.

“Mari kita awasi pembangunannya, kalau ada kekurangan segera laporkan. Dan juga saya titip kepada pihak kepolisian, militer di sekitar lokasi untuk sesekali mengecek dan menjaga keamanan di lokasi pembangunan,” tambahnya.

Sementara itu Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid berujar bahwa ide pembangunan rusunawa ini merupakan usulan dari Menkumham yang sangat antusias setelah meresmikan Rusunawa bagi pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar.

Khalawi mengatakan, saat ini pihaknya memang sedang giat menggalakkan pembangunan infrastruktur dalam rangka membantu para Aparatur Sipil Negara. Di samping pembangunan rusunawa di Batam, jajarannya juga membangun Kantor Imigrasi dan asrama bagi pegawai di perbatasan yaitu Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

“Menkumham sangat antusias setelah meresmikan rusunawa di Bali. Beliau mengatakan, kok sekarang rusunawa beda. Lalu kami jawab, seperti arahan Pak Presiden, maka rusunawa sekarang sudah kami bangun mirip dengan apartemen. Dan beliau mengusulkan pembangunan di beberapa lokasi lainnya” jelasnya.

Rusunawa Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam akan berdiri di atas tanah seluas 2620.85 meter persegi. Rusunawa setinggi 3 lantai ini berlokasi di Jalan Dang Merdu, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Rusunawa yang dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR memiliki kapasitas 42 unit tipe 36 (39 unit standar dan 3 unit khusus penghuni difable) dan mampu menampung 162 penghuni. (humas imigrasi)

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)