Anak-anak pengungsi terakhir di Kamp Pacific akan dipindahkan: Australia

The Jakarta Post

Agence France-Presse

Sydney/Minggu, 3 Februari 2019/ 10:30

 

Anak-anak pengungsi terakhir yang tersisa dan ditahan oleh Australia di pulau Pasifik terpencil di Nauru sedang dipindahkan ke negara lain, kata Perdana Menteri Scott Morrison pada hari Minggu, setelah kritik kepada Canberra terkait perlakuan kerasnya terhadap pencari suaka.

Di bawah kebijakan yang dimaksudkan untuk mencegah calon pencari suaka masuk ke Australia dengan menggunakan kapal, Canberra mengirim utusan ke kamp Pasifik, di mana mereka menunggu pemrosesan aplikasi mereka.

Namun, ada banyak dorongan dari dalam dan luar negeri kepada pemerintah Australia untuk memindahkan anak-anak yang ditahan di kamp-kamp pulau tersebut, terkait laporan adanya masalah kesehatan yang serius.

“Setiap pencari suaka anak sekarang telah dipindahkan dari Nauru atau telah diproses klaimnya dan telah memiliki kejelasan untuk keluar dari pulau itu.” kata Morrison dalam pernyataan bersama dengan Menteri Keimigrasian, David Coleman.

Morrison mengatakan bahwa ketika dia memegang tampuk pemerintahan pada bulan Agustus, ada 109 anak di pulau tersebut.

“Sekarang hanya ada empat pencari suaka anak di Nauru dan mereka telah diizinkan berangkat ke Amerika Serikat bersama keluarga mereka,” dia menambahkan.

Canberra mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan mengurangi para pencari suaka yang melakukan perjalanan laut yang berbahaya dan kebijakan itu telah berhasil menghentikan laju kedatangan dengan menggunakan kapal yang menjadi ciri pemerintahan sebelumnya.

Namun kamp tersebut mendapatkan kritik pedas, dengan laporan adanya pelecehan, kasus bunuh diri, dan kesengsaraan.

Saksi mata, termasuk jurnalis AFP, telah melaporkan situasi yang mengerikan di Nauru, dengan banyaknya keluarga yang hidup dalam ketakutan jika orang yang dicintainya akan melakukan bunuh diri.

Suara publik juga telah menunjukkan bahwa orang-orang Australia ingin anak-anak pengungsi dan keluarganya dikeluarkan dari Nauru, meskipun kebijakan yang keras ini masih popular dengan basis sayap-kanan Morrison.

Diperkirakan terdapat 600 orang lainnya pada pusat transisi di Papua Nugini di Pulau Manus, setelah kamp di sana ditutup tahun 2017, menurut advokat pengungsi.

Canberra menghalangi para pengungsi untuk mendapatkan resettlement (pemukiman kembali) di Australia dan malah mencoba mengirim mereka ke negara ketiga seperti AS.

Beberapa ratus orang dari Manus dan Nauru telah ditempatkan kembali di AS, namun prosesnya melambat sehingga beberapa pengungsi mendekam selama bertahun-tahun di pulau tersebut.

Pengumuman itu datang sebelum sidang pertama parlemen tahun ini di pertengahan Februari, ketika pemerintah konservatif minoritas diharapkan mendapatkan desakan untuk memindahkan anak-anak dari Nauru.

 

ImmTR/YS

 

 

 

 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)