Pengadilan Papua Vonis Warga Polandia 5 Tahun atas Kasus Makar

THE JAKARTA GLOBE

3 MEI 2019

Jakarta. Pada hari Kamis, Pengadilan Negri Wamena di Papua memvonis warga negara Polandia terkait kasus pengkhianatan. Kasus ini merupakan yang pertama kali melibatkan warga negara asing di Indonesia.

Informasi dari kantor berita nasional Antara, Hakim Ketua Yajid yang dibantu oleh Roberto Naibaho dan Ottow Siagian memutus Jakub Fabian Skrzypski (39 tahun) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana pengkhianatan, dan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum menuntut 10 tahun penjara.

Polisi menangkap Skrzypski di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada bulan Agustus tahun lalu.

Jaksa Penuntut Umum mengungkapkan bahwa Skrzypski pertama kali datang ke Papua pada tahun 2007 sebagai turis tetapi dia melanggar ketentuan visanya bahkan menemui anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) menyampaikan ide pembebasan Papua kepada Eropa, melalui tulisan yang dibuatnya.

Sebagaimana dikutip benarnews.org, salah satu Jaksa Penuntut Umum Ricarda Arsenius, ketika membacakan dakwaannya dalam sidang pertama kasus ini pada bulan Januari, mengatakan bahwa ”Terdakwa Jakub Fabian Skrzypski datang ke Wamena dan menemui beberapa orang di kantor pusat OPM di Puncak Jaya”.

Jaksa Penuntut Umum menjelaskan bahwa setelah pulang ke Eropa dan hingga dia kembali lagi ke Indonesia pada pertengahan tahun lalu, Skrzypski menjalin komunikasi rutin melalui aplikasi pesan singkat dengan Simon Magal, warga negara Indonesia asal Papua yang merupakan tersangka kedua.

Keduanya dijerat pasal 106 KUHP tentang pengkhianatan, dengan ancaman maksimal pidana kurungan seumur hidup. Pemerintah Indonesia mengategorikan OPM sebagai kelompok separatis.

Simon dihukum empat tahun penjara.

”Pada tanggal 15 Juli 2018, Simon Magal menanyakan kepada Jakub Fabian Skrzypski terkait kemungkinan adanya kerja sama dalam bidang persenjataan antara para pejuang Papua Barat dengan Polandia,” ungkap Ricarda.

Satgas khusus dari Kepolisian Papua menginterogasi Skrzypski setelah dia ditangkap.

Pengacara Skrzypski dan Simon mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut ke Pengadilan Tinggi Jayapura.

Pengacara Skrzypski, Latifah Anum Siregar, menjelaskan, ”hukuman lima tahun penjara itu terlalu berat dan kami akan ajukan banding. Memori bandingnya sedang kami siapkan.” Dia bersikeras bahwa kliennya tidak bersalah.

Jaksa Penuntut Umum lainnya, Febiana Wilma Sorbu, mengatakan bahwa mereka akan mendiskusikan upaya hukum lebih lanjut.

Dalam sebuah keterangan tertulis yang diberikan ke para jurnalis, Skrzypski mengungkapkan, ”Kasus dan persidangan saya ini hanyalah berdasarkan asumsi dan kebohongan. Tidak benar bahwa perjalanan yang saya lakukan terkait dengan politik anti-negara dan aktivitas militer dalam mendukung kelompok tertentu untuk menentang negara.”

Pada tanggal 1 Mei, Skryzpski memberikan pernyataan, ”Saya menyatakan diri saya tidak bersalah atas tuduhan tersebut dan saya menolak segala hukuman sebagai suatu bentuk ketidakadilan.”

Penerjemah: Yessy Successly

Editor: Ridwan Arifin

Tanggal: 29 April 2019

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)