Konsulat RI Tawau Temukan Pekerja Migran Masih Terima Upah Tak Wajar

21 April 2019 09:09 WIB

TEMPO.COJakarta – Pihak Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Negara Bagian Sabah, mengungkapkan bahwa ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di perkebunan dan pabrik pemurnian (kilang) di Malaysia yang diberikan upah yang tidak layak.

Hal ini diungkapkan oleh Konsul Republik Indonesia di Tawau, Sulistijo Djati Ismoyo, pada hari Sabtu, terkait dengan sistem upah bagi pekerja migran Indonesia di Sabah.

Djati menambahkan bahwa pihak KRI Tawau telah memanggil para majikan dari perusahaan yang mempekerjakan para buruh migran asal Indonesia. Djati menjelaskan bahwa ”Masih ada saja perusahaan yang membayar buruh migran dengan upah yang tidak wajar, tapi kami telah berkomunikasi dengan pemberi kerja dan perusahaannya”.

“Namun, upaya ini masih dalam tahap negosiasi,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa ada juga pemberi kerja atau perusahaan yang sudah menaikkan upah atau memperbaiki sistem penggajian untuk para pekerja asal Indonesia.

KRI Tawau tetap mendorong semua pemberi kerja pada perusahaan di Sabah, Malaysia, untuk meningkatkan upah bagi para pekerja Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa perusahaan atau majikan yang memberikan upah di bawah standar, biasanya mereka mengaku bahwa para pekerja itu tidak memiliki dokumen keimigrasian seperti paspor.

Djati menyesalkan bahwa pekerja migran Indonesia sulit menuntut upah yang layak akibat berstatus sebagai pekerja asing ilegal.

Oleh karena itu, dia mengingatkan setiap pekerja migran di wilayah kerjanya wajib melengkapi diri mereka dengan paspor dan dokumen-dokumen lainnya.

 

Penerjemah: Yessy Successly

Editor: Ridwan Arifin

Tanggal: 30 April 2019

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)