Bawa TKI Ilegal, Travel Umrah Al Jizyah Dicekal Imigrasi Banjarmasin

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin mencekal satu perusahaan jasa travel umrah dan haji PT Al Jizyah karena kedapatan meninggalkan lima jemaah umrahnya di Tanah Suci pada Mei lalu. Menurut Kanim TPI Banjarmasin, Syahrifullah, ada lima jemaah umrah melarikan diri dari rombongan yang dibawa PT Al Jizyah.

Pihaknya mendesak pengelola AL Jizyah agar mengembalikan dokumen keimigrasian lima orang jemaahnya ke Kator Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin. Syahrifullah akan menghapus daftar cekal Al Jizyah apabila lima dokumen ini sudah diserahkan lagi ke Imigrasi Banjarmasin.

“PT belum dapat mengembalikan dokumen paspor TKI nonprosedural. Al Jizyah yang memberangkatkan jemaah umrah dilarang mengajukan dokumen pengurusan keimigrasian selama tidak bisa mengembalikan lima dokumen itu,” kata Syahrifullah kepada banjarhits.id -- official partner kumparan.com, ketika sosialisasi keimigrasian di Banjarmasin, Kamis 20 Juni 2019.

Ia belum tahu detail apakah larinya lima jemaah umrah ini akibat kelalaian travel atau kesengajaan. Sebab, pihaknya masih berfokus mendapatkan lima dokumen keimigrasian yang dibawa pergi lima orang tersebut. Petugas akan meminta keterangan pengelola Al Jizyah seraya pengembalian dokumen yang diminta.

Adapun pada 2018, Kanim Imigrasi Banjarmasin telah mencekal 20-an orang yang diduga hendak bekerja sebagai TKI ilegal. Imigrasi tidak meloloskan dokumen keimigrasian karena curiga ketika tahapan wawancara pengurusan paspor.

Syahrifullah mengimbau sesama pengusaha travel harus saling memberitahu informasi ihwal perusahaan yang masuk daftar cekal. Menurut dia, ada kemungkinan perusahaan travel sengaja mengirim TKI lewat jalur umrah yang melibatkan sponsor di lapangan.

“Seluruh PT harus memenuhi peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Memang ada TKI mandiri, supaya kami bisa tahu berapa orang Indonesia ke luar negeri,” ucap Syahrifullah.

Komisaris Utama PT Bagus Umratama, Zalna, mengklaim perusahaannnya sudah menaati UU Keimigrasian ketika membawa jemaah umrah ke Tanah Suci. Pihaknya menyertakan surat kontrak ke jemaah umrah demi mengindari modus TKI ilegal. Surat ini berisi komitmen agar setiap jemaah umrah tidak lari dari rombongan alias menjadi TKI ilegal.

“Dendanya Rp 1 miliar, kami minta jaminan ke keluarganya. Bisa juga ke kepala rombongan untuk menegaskan, apakah overstay atau umrah. Kalau ada masalah, mungkin kurang kehati-hatian. Apalagi Banjarmasin tiga kota terbesar sering jemaah umrah overstay,” ucap Zalna.

Kanim Kelas I TPI Banjarmasin menggelar Sosialisasi Keimigrasian Surat Edaran Nomor IMI-227.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan TKI Non Prosedural dan Penetapan Tarif Baru PNBP Kantor Imigrasi. Syahrifullah berkata agenda ini untuk mencegah TKI ilegal dan pemberitahuan denda terbaru apabila paspor hilang. "Denda paspor yang hilang mencapai Rp 1 juta."

Sumber

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)