Swiss menjadi negara Schengen pertama yang menerapkan kenaikan biaya visa

Setelah Parlemen Eropa mengadopsi proposal untuk melakukan amendemen Peraturan Visa Uni Eropa, Dewan Federal Swis langsung bergerak menjadi anggota Schengen pertama yang mengimplementasikan peraturan visa terbaru tersebut.

Menurut pers rilis Dewan Federal Swis, persyaratan dalam penerbitan visa akan disesuaikan, termasuk kenaikan biaya visa.

“Sebagaimana hasil rapat pada 14 Agustus 2019, Dewan Federal telah memutuskan untuk melakukan penyesuaian sesuai dengan peraturan Kode Visa Eropa yang telah diamandemen. Perubahan-perubahan yang menjadi kunci antara lain, penyatuan proses pemberian visa dengan kebijakan pemulangan, kenaikan biaya visa, dan percepatan prosedur penerbitan visa,” demikian tercantum dalam pers rilis.

Selanjutnya dijelaskan bahwa mulai 2 Februari 2020, pemohon visa Schengen yang akan berkunjung ke Swiss akan dikenakan biaya lebih tinggi.

“Hari ini, Dewan Federal telah mengimplementasikan perubahan ke dalam undang-undang Swiss dengan melakukan revisi, di antaranya Peraturan tentang Imigrasi dan Visa, Peraturan Biaya dalam Undang-Undang Imigrasi dan Integrasi, dan Aturan dalam Penerbitan Dokumen Perjalanan bagi Orang Asing,” demikian bunyi peraturan tersebut.

 

 

Pengajuan amendemen kode Visa Schengen telah disetujui Dewan Uni Eropa pada 6 Juni lalu.

Amendemen tersebut didukung dalam upaya memberikan kemudahan dalam perjalanan lintas negara di Wilayah Schengen  bagi pengunjung yang akan berwisata, melakukan perdagangan dan bisnis. Disaat yang sama, amendemen tersebut turut memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan internal Uni Eropa.

Dalam kode Visa baru tersebut terdapat kenaikan biaya visa kunjungan singkat dari 60 Euro menjadi 80 Euro. Kenaikan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas yang dimiliki dalam menjawab tantangan akibat migrasi ilegal. Di dalamnya juga diperkenalkan sebuah mekanisme untuk menguji apakah biaya visa akan diubah atau tetap, dalam setiap tiga tahun.

Kode Visa baru juga mewajibkan negara anggota Uni Eropa bekerjasama dengan penyedia jasa swasta untuk menerima permohonan visa di negara selain anggota Uni Eropa jika negara anggota tersebut tidak memiliki perwakilan atau tidak diwakili oleh negara lain di wilayah negara tertentu. Visa untuk beberapa kali perjalanan (multiple-entry visas) tersedia bagi pengunjung tetap Wilayah Schengen, dan fasilitas tambahan juga akan diberikan bagi artis ternama dan atlit bereputasi tinggi untuk berkeliling di negara-negara Uni Eropa.

Sumber: www.schengenvisainfo.com

Diterjemahkan oleh: Yanos/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)