Eksklusif: Pemerintah Australia Diam-Diam Melonggarkan Kebijakan Visa yang Berimbas pada Penyandang Disabilitas (1)

Para pemohon visa dengan kondisi medis permanen atau penyandang disabilitas tidak lagi dinilai berdasarkan perhitungan kebutuhan biaya medis seumur hidup, langkah yang disebut oleh agen imigrasi dan pekerja HAM sebagai langkah maju dalam mengurangi diskriminasi sistem imigrasi.

Sebuah persyaratan imigrasi yang kontroversial dan berujung pada ditolaknya aplikasi visa Australia 15 orang penyandang disabilitas setiap tahun, secara diam-diam dilonggarkan oleh pemerintah setelah puluhan tahun para penyandang disabilitas dan advokat imigrasi melakukan kampanye.

Persyaratan imigrasi terkait kondisi kesehatan yang diminta pemerintah menjadi hambatan bagi pemohon yang dalam kondisi sakit, mengidap penyakit, penyandang disabilitas fisik atau intelektual, untuk memperoleh visa jika kondisi kesehatan tersebut dinilai akan menimbulkan biaya yang tinggi bagi para pembayar pajak, atau menimbulkan risiko tinggi dalam masyarakat.

Ambang baru dan periode asesmen

Sebelum 1 Juli, kebijakan pemerintah telah menentukan persyaratan ambang atas biaya yang dapat dikeluarkan pemerintah dengan nilai yang signifikan sebesar 40.000 dolar Australia. Ambang tersebut saat ini sudah dinaikkan menjadi 49.000 dolar.

Formulasi yang digunakan untuk meghitung biaya setiap penyandang disabilitas atau kondisi sakit permanen saat memohon visa untuk menetap juga telah dilakukan penyesuaian.

Sebelumnya, orang dengan kondisi sakit permanen dapat ditolak visanya jika perhitungan biaya perawatan penyakit selama perkiraan sisa harapan hidup mereka melebihi ambang atas. perhitungan biaya tersebut saat ini hanya dihitung untuk 10 tahun. 

“Hal ini merupakan perubahan yang cukup signifikan dan berpengaruh besar bagi orang-orang dengan masalah kesehatan dan menyandang disabilitas,” kata Jan Gothard, spesialis kesehatan dan disabilitas sekaligus agen pengurusan migrasi resmi kepada SBS News.

Dia mengatakan bahwa perubahan akan memberikan pengaruh positif bagi para penyandang disabilitas, dan beberapa kondisi penyakit seperti hepatitis B, sindrom down, dan cerebral palsy, yang berharap bisa tinggal  secara permanen di Australia.

bersambung...

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)