Visa Turis ke Arab Saudi: Mengubah Kebijakan Lama bagi Pelancong (2)

Rencana pengenalan visa turis ke Arab Saudi pertama kali diumumkan oleh surat kabar local Okaz, dimana disampaikan bahwa visa akan diterbitkan secara online atau pada saat kedatangan dengan biaya 440 riyal (Rp. 1,6 juta) dari 27 September 2019. Namun, berita visa turis Saudi kemudian dihapus dan pejabat mengatakan bahwa rencana pemerintah belum disimpulkan.


Visa turis Arab Saudi sebagian besar terbatas untuk kegiatan keagamaan (haji, umrah) , perjalanan bisnis atau kunjungan keluarga yang menyebabkan negara kerajaan konservatif Islam ini menjadi salah satu negara yang paling sulit dikunjungi di dunia.

Bermaksud untuk meningkatkan pariwisata, Arab Saudi melaksanakan beberapa proyek. Beberapa pembangunan yang besar yang masih berjalan termasuk perubahan masif garis pantai Laut Merah bagi pelancong dan kota hiburan dekat ibukota Riyadh. Daerah bersejarah di barat laut ditutupi oleh reruntuhan kerajaan – kerajaan kuno, Al Ula, adalah fokus utama dari pemerintah.

Tahun lalu, pemerintah membuka visa terbatas bagi orang asing yang menghadiri acara spesial yang dipandang sebagai percobaan visa turis di Arab Saudi.

Kurang dari satu dekade untuk memenuhi rencana diversifikasi dan negara Arab menuju momentum yang lebih besar untuk mencapai tujuan yang dibayangkan oleh Putra Mahkota MbS untuk kerajaannya. Dengan pengenalan turis visa ke Arab Saudi, kerajaan Arab akan meletakkan batu pertama ke arah itu.

Namun, “Vision 2030” dan Pangeran Saudi Mohammed selalu dibayangi banyak pertanyaan dalam 2 tahun terakhir. Beberapa tindakan negara Arab ini mendapat kecaman keras di dunia internasional. Termasuk penangkapan tidak adil terhadap aktivis hak perempuan ternama, pembunuhan wartawan Washington Post Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2018,  tindakan keras bagi pembangkang dan ideologi konservatif untuk menekan wanita.


Mengingat reputasi yang Arab Saudi pertahankan secara global, ketidakpastian masih ada. Bisakah upaya untuk mempromosikan pariwisata akan membuat pelanggaran negara arab diabaikan.

Sumber: www.mirrorherald.com

Judul asli: Tourist Visa to Saudi Arabia: Revising Age-Old Policies for Visitors

Penerjemah: Arum Apriliyana/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)