Perjalanan udara internasional ‘tanpa mengeluarkan paspor dari saku anda’ (1)

Gabriella Mulligan, www.bbc.com

Teknologi baru hadir untuk mengatasi permasalahan utama dalam perjalanan melalui udara, antrean di bandara. Sejauh mana hal ini mengorbankan privasi kita?

Antrean saat check-in dan bagasi, pemeriksaan petugas keamanan, pemeriksaan paspor, dan terakhir di gerbang keberangkatan.

Perjalanan udara dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, bahkan dengan antrean yang sebenarnya bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan anda sendiri.

Saat lebih dari 4,4 miliar penumpang diperkirakan akan berada di udara pada tahun 2018, bandara-bandara semakin dituntut untuk mencapai titik nadir kapasitasnya.

Oleh karena itu para pengelola bandara berharap teknologi mampu melancarkan semua proses itu, dengan meningkatkan pemanfaatan biometrik seperti pengenalan wajah, dan tidak terbatas hanya pada saat pemeriksaan paspor.

 

British Airways mengoperasikan pintu otomatis untuk naik ke pesawat menggunakan sistem biometrik yang dilakukan secara mandiri di Terminal 5 Bandara Heathrow, Inggris. Foto: BA, sumber:  www.bbc.com

 

Sebagai contoh, maskapai British Airways menggunakan pengenalan wajah saat memberangkatkan penumpang  dalam perjalanan domestik, sebagaimana beberapa penerbangan internasional menuju Amerika Serikat.

Penumpang yang berangkat dari bandara Heathrow difoto saat melewati keamanan, kemudian foto kedua diambil saat penumpang melintasi gerbang keberangkatan. Jika gambar foto sesuai dengan penumpang yang sebenarnya, dan data yang muncul sesuai dengan gerbang keberangkatan yang dituju, pintu otomatis akan terbuka.

Sistem di Amerika Serikat, ketika melakukan check-in, sistem akan mengombinasikan informasi biometrik, foto dan sidik jari, dan data biografi dalam paspor dan visa. Saat penumpang tiba di gerbang keberangkatan, akan diambil foto baru dan dibandingkan dengan data yang sudah ada sebelumnya.

Raoul Cooper, manajer disain bandara digital pada British Airways, mengatakan bahwa pendekatan ini dapat memangkas waktu pemberangkatan 240 penumpang penerbangan internasional hingga setengahnya, sekaligus peningkatan 10% dalam ketepatan waktu.

“Kami percaya bahwa ini adalah awal bagi kami untuk membuktikan bahwa kita bisa menggunakan pelayanan berbasis identitas secara lebih luas sebagai bagian dari ambisi kami mewujudkan perjalanan yang mengesankan,” kata Cooper.

“Suatu saat nanti, pemindaian atau penggesekan paspor tidak lagi dibutuhkan.”

Teknologi pemindaian wajah semacam ini sekarang sudah diujicobakan di Bandara Changi Singapura, penumpang ‘hilang’ yang tertinggal panggilan naik ke pesawat akan dapat ditemukan keberadaannya melalui teknologi tersebut.

Saat ini Terminal 4 Bandara Changi telah menggunakan teknologi untuk check-in, pemasukan bagasi, pemeriksaan imigrasi, dan pemberangkatan secara mandiri.

Bersambung...

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)