Tujuh cara Uni Eropa membangun “Benteng Teknologi” bagi para pengunjung (4)

 

FRONTEX

Badan Penjaga Pantai dan Perbatasan Eropa FRONTEX (the European Border and Coast Guard Agency FRONTEX) membantu negara anggota UE dan negara lain yang terkait dalam mengelola perbatasan eksternal, harmonisasi pemeriksaan di perbatasan dan memfasilitasi kerja sama antar otoritas  perbatasan di setiap negara UE, serta menyediakan dukungan teknis dan keahlian.

Dengan tidak adanya pemeriksaan perbatasan yang bersifat permanen antar negara dalam wilayah UE, maka UE memberikan perhatian penuh pada pemeriksaan di perbatasan eksternal, dan memberikan sepenuhnya tanggung jawab ini kepada FRONTEX. Metode utama yang dilakukan FRONTEX dalam menjaga perbatasan antara lain:

  • Berbagi informasi dengan negara anggota UE terkait gambaran pola dan tren migrasi non-reguler dan aktivitas kriminal lintas batas pada perbatasan eksternal.
  • Reaksi cepat jika salah satu anggota UE sedang mendapat tekanan luar biasa di perbatasan eksternal.
  • Mengumpulkan para ahli dalam bidang pemeriksaan di perbatasan yang akan memastikan bahwa teknologi baru ini akan memenuhi kebutuhan pihak otoritas pengamanan perbatasan melalui riset.
  • Mengembangkan standar pelatihan yang sama bagi para otoritas perbatasan, harmonisasi pendidikan penjaga perbatasan.
  • Mengembangkan penerapan pemulangan para migran.
  • Menjalankan sistem informasi yang memungkinkan pertukaran informasi antar otoritas perbatasan.

Apa Tujuan Semua Sistem Ini?

Seluruh sistem ini ditujukan agar ke depan UE akan memiliki informasi yang terperinci bagi setiap orang yang akan masuk atau keluar wilayah tersebut, baik pengunjung dengan visa Schengen maupun melalui ETIAS, termasuk:

  • Informasi mendasar seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kebangsaan, jenis kelamin, dan semua kontak informasi.
  • Tanggal masuk dan keluar setiap pengunjung, termasuk tujuan kunjungan mereka.
  • Foto wajah, sidik jari, dan pindaian telapak tangan
  • Informasi perjalanan terakhir masuk dan keluar wilayah UE, tanggal dan titik masuk/keluar.
  • Para pelaku kriminal dalam wilayah UE, melebihi izin tinggal, atau dalam pencekalan.
  • Data orang hilang dan individu yang dalam tekanan untuk melakukan perjalanan.
  • Data dokumen perjalanan yang hilang dan lainnya.

Secara keseluruhan, sistem dan pusat data ini juga akan:

  • Menyulitkan para kriminal untuk bergerak dalam wilayah UE.
  • Membantu mendeteksi untuk kontra-terorisme dan melindungi dari hal-hal serupa.
  • Memfasilitasi penyidikan tindak pidana.
  • Menentukan kelayakan seseorang untuk masuk wilayah UE sebelum mereka memulai perjalanan.
  • Memudahkan pertikaran informasi antara negara-negara anggota terkait orang yang mendapat hukuman pidana dalam wilayah UE.

 

Sumber artikel: www.schengenvisainfo.com

Judul asli: 7 Ways How the EU Is Building a “Technological Fortress” for Travelers

Penerjemah: Yanos/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)