Tujuh cara Uni Eropa membangun “Benteng Teknologi” bagi para pengunjung (1)

Saat Ide-ide dan proposal untuk memperbaharui kesepakatan Schengen dan bagaimana zona Schengen sebaiknya ditata ulang selalu bermunculan, Uni Eropa (UE) tetap bekerja untuk meningkatkan keamanan di dalam negara-negara UE, dan di negara-negara Eropa di luar Schengen.

Dari Salvini yang mendorong Italia agar keluar, sampai mantan Perdana Menteri Belgia yang menyarankan untuk mengusir negara-negara Visegrad (Ceko, Hungaria, Slowakia, dan Polandia) serta proposal Macron untuk pengaturan ulang wilayah, seluruh gagasan tersebut telah dipresentasikan oleh para pejabat tinggi negara-negara anggota.

Namun, terlepas dari Inggris yang masih dalam proses meninggalkan UE sejak referendum sudah lebih dari tiga tahun, tidak ada langkah serius untuk memasukkan atau mengeluarkan negara manapun ditahun belakangan ini. Sebaliknya, UE telah bekerja tanpa henti untuk menciptakan cara baru agar blok tersebut dapat bekerja dengan efisien.

Dalam beberapa tahun terakhir, Eropa telah melihat arus manusia yang melintas melalui perbatasannya baik legal maupun ilegal. Dan, berkat teknologi dan inovasi, pemeriksaan di perbatasan semakin lama semakin cerdas. Badan-badan dalam UE telah mengembangkan dan menciptakan program baru, sistem dan pusat data, memperbarui yang lama dalam meningkatkan keamanan dan memperkuat perbatasan eksternal mereka.

Di 2022, terdapat tujuh sistem dan pusat data UE yang akan diperkenalkan dan diperbarui sehingga memungkinkan UE untuk melacak siapa yang masuk dan siapa yang keluar, untuk mengetahui sebelumnya siapa saja yang berencana bepergian dalam wilayah UE  dan pemberian izin masuk saja bagi mereka yang tidak  menjadi ancaman bagi keamanan.

Berbagai sistem dan pusat data ini akan meningkatkan keamanan dan memperkuat pemeriksaan perbatasan eksternal, mengefisienkan pertukaran informasi antara negara-negara anggota terkait pelaku kriminal di UE dan tren aktivitas kriminal pelintas batas migrasi non-reguler, dan masih banyak lagi.

Sistem Informasi Visa (Visa Information System/VIS)  

Sistem Informasi Visa UE, atau disingkat VIS, merupakan sebuah skema yang memungkinkan negara-negara anggota berbagi informasi visa terkait orang yang membutuhkan visa Schengen sebagai negara-ketiga. Sistem ini juga membantu proses aplikasi pencari suaka khusus.

Sistem ini menghasilkan, menganalisa dan memproses data terkait identitas dan tujuan perjalanan setiap pemohon visa melalui pencocokan biometrik - umumnya sidik jari. Sistem ini membantu kepolisian dan petugas perbatasan untuk melakukan verifikasi dengan cepat legalitas pemegang visa dan mencari orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran yang tinggal di wilayah Schengen dengan dokumen palsu atau tanpa dokumen sama sekali hanya dengan menggunakan data biometrik.

Melalui sistem ini, UE berupaya memerangi penyalahgunaan, misalnya ‘belanja visa’ – praktik membuat permohonan visa di negara anggota UE lain setelah mendapatkan penolakan di permohonan yang pertama kali diajukan. Ini juga ditujukan untuk mendeteksi pengunjung yang menggunakan identitas palsu dan mencegah, mendeteksi, dan investigasi ancaman terorisme serta ancaman kriminal serius lainnya.

Seluruh anggota Schengen menggunakan VIS yang dioperasikan oleh Badan UE untuk sistem TI skala besar, eu-LISA.

Bersambung...

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)