Paspor biometrik Indonesia tersertifikasi PKD oleh ICAO

 

2 Oktober 2019 | Luana Pascu

Indonesia merupakan negara terkini yang mendapatkan sertifikat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk dokumen perjalanan elektronik atau paspor biometrik, sebagaimana diberitakan oleh The Jakarta Post.

Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie menerima sertifikat tersebut dari Sekretaris Jenderal ICAO Fang Liu di Kantor Pusat ICAO di Montreal, minggu lalu.

Public Key Directory (PKD) adalah pusat data yang dikelola oleh ICAO dan digunakan untuk pertukaran informasi otentifikasi paspor biometrik. International Civil Aviation Organization (ICAO) adalah lembaga PBB yang bertanggung jawab mengawasi Konvensi Penerbangan Sipil Internasional, atau juga dikenal dengan Konvensi Chicago, ICAO meletakkan landasan bersama dalam penetapan Standar dan Penerapan yang direkomendasikan, serta Kebijakan dalam penerbangan sipil internasional di antara 193 negara anggota ICAO.

Baru-baru ini ICAO menyangkal tuduhan kelemahan privasi yang kritis dalam paspor biometrik oleh sekelompok peneliti dari Universitas Luxemburg.

Pada 1998, Malaysia menjadi negara pertama yang menerapkan paspor biometrik, diikuti oleh 60 negara lainnya pada 2008 kemudian 120 negara pada 2017. Namun, hanya ada 69 negara yang saat ini memiliki sertifikat PKD, oleh karena itu pertukaran informasi untuk perlintasan antar negara yang lebih mudah hanya dapat dilakukan di antara 69 negara tersebut.

Indonesia berencana untuk menambah jumlah kantor imigrasi yang dapat mengeluarkan paspor biometrik, termasuk proyek percontohan penerbitan paspor elektronik berbahan polikarbonat di empat kantor imigrasi pada akhir 2019 dan di seluruh kantor imigrasi pada 2024.

 

Sumber artikel: www.biometricupdate.com

Judul asli: Biometric passports in Indonesia now PKD-certified by ICAO

Penerjemah: Yanos/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)