Awal yang lambat bagi skema visa kerja Jepang yang baru (2)

Sumber: www.nippon.com

Jumlah pekerja asing di Jepang mencapai rekor sebanyak 1,46 juta pada Oktober tahun lalu dan mereka merupakan tenaga kerja yang tidak tergantikan dalam angkatan kerja. Akan tetapi di antara mereka, orang-orang yang semestinya datang bukan untuk bekerja, mahasiswa asing dan peserta program magang bidang teknik, yang dimaksudkan untuk mempelajari keahlian kerja yang akan diterapkan di negara asal, menjadi bagian terbesar dari jumlah tersebut.

Bahkan disaat jumlah pemohon yang mendapatkan status visa baru jumlahnya menurun jauh dari harapan, peserta program magang bidang teknik terus bertambah hampir 40.000 orang di enam bulan pertama tahun ini menjadi keseluruhan 370.000. Sekitar 90.000 orang para peserta magang disebutkan memenuhi syarat untuk mengubah visa mereka menjadi visa status baru di tahun ini, dan pemerintah pada awalnya mengantisipasi para peserta magang tersebut akan memperoleh porsi terbesar dalam status visa baru tersebut. Tetapi, dikabarkan sejauh ini hanya kurang dari 1000 orang peserta magang yang mengajukan permohonan.

Para peserta magang bidang teknik dipersyaratkan untuk bekerja di tempat yang sudah ditetapkan dalam rencana pelatihan, sehingga mereka tidak diperbolehkan untuk berganti pekerjaan. Di sisi lain, para pekerja asing yang mendapatkan status visa baru dapat berganti pekerjaan, dan orang yang mempekerjakan mereka berkewajiban untuk memastikan bahwa para pekerja tersebut mendapatkan perlakuan dan kondisi kerja yang sama dengan para pekerja Jepang. Menjadi kekhawatiran bahwa  para pekerja akan terkonsentrasi atau berdiam di daerah perkotaan yang memberikan gaji lebih besar. Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, banyak para pemberi kerja lebih memilih para pekerja magang bidang teknik dari pada para pekerja melalui program status visa baru. Terdapat beberapa laporan adanya beberapa pemberi kerja yang mempekerjakan peserta magang bidang teknik yang keberatan memberikan mereka kesempatan untuk mengajukan status visa baru.

Pelanggaran terhadap para peserta magang bidang teknik oleh pemberi kerja, seperti upah yang rendah tidak sesuai aturan bahkan upah yang tidak dibayar, lembur yang tidak sesuai dan pelanggaran keselamatan kerja, telah dilaporkan terjadi di banyak tempat walaupun para peserta magang dilindungi oleh aturan ketenagakerjaan Jepang. Di tengah usaha untuk meningkatkan perlindungan bagi para peserta magang dan pengetatan pengawasan terhadap pemberi kerja, keadaan para peserta magang tidak meningkat secara signifikan, sebagaimana tercermin dalam fakta “hilangnya” 9.000 orang pemagang dari tempat kerja mereka pada tahun lalu saja.

Berdasarkan penjelasan dari sistem visa baru bagi para pekerja asing, program magang bidang teknik, yang pada kenyataannya menjadi sumber pekerja murah dari luar negeri, seharusnya dihentikan. Meningkatkan lingkungan kerja yang baik bagi para pekerja asing merupakan sebuah keharusan bagi Jepang dalam berkompetisi dengan negara lain untuk mengundang para pekerja asing dari luar negeri. Pemerintah (Jepang) perlu untuk menggali lebih dalam apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan Jepang sebagai pilihan menarik bagi para pekerja asing.

 

Sumber artikel: www.japantimes.co.jp

Judul asli: Slow start for new work visa scheme

Penerjemah: Yanos/Humas Ditjenim

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)