Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap, Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi

 

 

 

 

Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Cilacap meraih predikat sebagai instansi yang melakukan pembangunan integritas wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan ini diterima dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI beberapa saat lalu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap, Bisri mengatakan sejak dicanangkan, seluruh jajaran sudah berkomitmen untuk membangun zona integritas wilayah bebas dari korupsi (WBK). Dengan mengembangkan budaya kerja anti korupsi, kinerja tinggi, serta memberikan layanan publik yang berkualitas.

“Sejak awal kami sudah berkomitmen dengan seluruh jajaran, untuk menciptakan instansi yang bebas korupsi dan ramah HAM, dengan perbaikan di segala komponen pelayanan,” ujar Bisri, pada Press Rilis Capaian Kinerja tahun 2019, Kamis (19/12).

Penghargaan ini, kata dia merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran pegawai. Untuk itu, dengan diraihnya penghargaan tersebut, akan semakin memotivasi para pegawai agar selalu optimal dalam bekerja. Sehingga bisa memberikan pelayanan yang nyaman bagi masyarakat.

Selain WBK, Kantor Imingrasi Kelas II TPI Cilacap juga menerima penghargaan sebagai instansi publik yang ramah HAM. Penghargaan langsung diterima dari Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly beberapa saat lalu.

“Kami memiliki pelayanan dan fasilitas khusus bagi disabilitas, anak dibawah lima tahun dan lansia, dalam pelayanan, kami selalu prioritaskan, ada ruang khusus bagi mereka,” katanya.

Di Cilacap, selain Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap, ada dua instansi lainnya yang juga mendapatkan penghaargaan WBK dari KemenPANRB, yakni Kepolisian Resor Cilacap dan Lapas Besi di Nusakambangan.
Dalam tahun 2019 ini, sudah ada beberapa pencapaian yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap diantaranya telah menerbitkan paspor sebanyak 38.771 pemohon, pencegahan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) non procedural sebanyak 45 orang.

Mendata perlintasan kru kapal Pelabuhan TPI Tanjung Intan, dengan keberangkatan kapaal sebanyak 4,794 orang, dan kedatangan kapal sebanyak 4.768 orang. Sementara itu, untuk jumlah keberadaan warga Negara asing yang terdata sebanyak 790 orang, dengan rincian izin tinggal kunjungan 82 orang, izin tinggal terbatas 648 orang, izin tetap 60 orang.

Untuk tindakan administrasi selama 2019 ini, Imigrasi sudah mendeportasi sebanyak 19 orang WNAm dan dua orang ditempatkan di rumah detensi imigrasi (rudenim) Semarang. (ale)

SUMBER

 

 

 

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)